Orang banjar/masyarakat banjar banyak akan mempunyai peribahasa.
Peribahasa yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat Banjar ini adalah
warisan turun temurun dari zaman nenek moyang dahulu , dengan
kata lain “ papadah/pepatah
orang bahari”merupakan harta karun yg bernilai tinggi karena banyak sekali
terkandung makna di dalam “papadah/pepatah orang bahari” tersebut. dengan
demikian sudah semestinya kita jaga agar warisan tersebut senantiasa
hidup dan berkembang didalam masyarakat khususnya masyarakat banjar.
Seiring dengan berkembangnya zaman atau yang biasa
kita sebut dengan zaman NOW keberadaan papadah/pepatah orang bahari semakin
menghilang. Sebab orang – orang Banjar sendiri telah melupakan “papadah/pepatah orang bahari”
tersebut. Masyarakat Banjar sudah jarang selaki menggunakan atau bahkan
meninggalkan khasanah Peribahasa Banjar dalam kehidupan sehari – hari.
Sungguh sangat memprihatinkan keberadaan “papadah/pepatah
orang bahari “ saat ini , para generasi
muda Banjar banyak tidak mengenal
lagi Peribahasa Banjar. Ini disebabkan Peribahasa Banjar tidak pernah lagi
diperkenalkan pada mereka baik di sekolah maupun dalam dalam komunikasi keluarga. kalaupun ada yang mengetahui atau
mengenal dan menggunakan serta memahami maksud dari padadah/ pepatah tersebut
pastilah sangat sedikit sekali.
Penulis terinspirasi apa yang disampaikan Bapak H.
Khairul Fahmi pada saat apel harian di depan kantor Dinas Kesehatan Kota
Banjarbaru, ada beberapa “papadah/pepatah orang bahari “ yang beliau sampaikan,
antara lain “ jangan mangucau piring orang lain”, “guyang tungkat takana dahi” dua pepatah tersebut mengadung
arti dengan makna yang luas baik dalam kehidupan sehari-hari maupun didalam hubungan
bekerja, “jangan mangucau piring orang lain” dapat diartikan bahwa kita jangan
sesekali mencoba untuk mencampuri pekerjaan orang lain, karena belum tentu kita
tau apa pekerjaan yang orang lakukan tersebut, “guyang tugkat takana dahi”
artinya menyalahkan orang lain akan tetapi terkena atau kembali kepada dirinya
sendiri (bomerang). sungguh indah kata-kata pepatah orang bahari tersebut.
Berikut penulis mencoba mengumpulkan dan menghimpun
data “papadah/pepatah orang bahari” dari berbagai atau beberapa sumber, baik
dari media masa, internet, dan juga dalam komunikasi sehari-hari yang penulis
rangkum menjadi satu . semoga dapat bermamfaat, harapan kita semoga kata- kata
bijak atau “papadah/pepatah orang bahari”
ini dapat menginspirasi
kita semua untuk kembali menggunakan warisan nenek moyang kita ini yang tidak
lain tujuannya adalah untuk mengantisipasi pengaruh
budaya luar yang tidak sesuai dengan Moral, Tingkah laku , Budi pekerti, Adat istiadat serta
etika masuk dan
berkembang di banua kita Banjar.
1. Akal diakali
wan pikir dipikirakan
Niscaya segala persoalan akan
terpecahkan bila menggunakan akal pikiran.
2. Apik – apik
kalu tabarusuk
Berjalan harus hati – hati
supaya jangan tersesat atau salah langkah.
3. Asal Mambawa
nang Bujur atawa banar musti salamat diri
Biar kita bertada dimana saja
, apakah di negeri orang , bawa sifat jujur dan baik pasti kita akan selamat.
4. Awak randah
sangkutan tinggi
Harus diukur
kemampuan kita sendiri sebelum bertindak.
5. Badiri tahantuk baduduk tahantak
Serba salah, sulit mengambil keputusan karena
kedua - duanya punya resiko.
6. Banyak
Muntung kena Bagawi Kada Manuntung
Jangan banyak berbicara semua
pekerjaan akan terbengkalai.
7. Biar Ganting
Tanapi Jangan Pagat
Seseuai keperluan, berhemat
agar jangan kehabisan.
8. Bisa – Bisa
Maandak Awak
Harus pandai – pandai membawa
diri bila berada di negeri orang.
9. Cubik Ramuk
Bulanai Pacah
Orang yang selalu beruntun
mendapat musibah
10. Dalas Jadi
Harang Jadi Habu Manyarah makaam Kada
Pantang menyerah walau pun
akhirnya kalah
11. Diandak ka
bahu Handak ka Kapala
Orang yang tak tahu diri.
Sudah diberi kedudukan yang baik mau lebih tinggi lagi.
12. Dibari daging handaktulang
Diberi perjaan yang mudah
pengen yang lebih berat.
13. Ditinggal
Manawak,dibawa malinggang
Orang yang selalu mengganggu
ketentraman orang lain.
14. Dimamah
dahulu hanyar
ditaguk
Jangan percaya pada orang yang
menjanjikan sesuatu, tapi diteliti dahulu buruk baiknya..
15. Guyang
tungkat takana dahi
Menyalahkan orang lain justru
mengenai dirirnya sendiri ( bumerang ).
16. Hadupan
manyalak kada maigut
Orang yang hanya pintar
menggertak atau mengancam tapi tak terbukti.
17. Halus-halus
lumbuk parawit
Walau pun orang itu kecil tapi
luar biasa kuatnya.
18. Hanyar
tasusur pinggir tapih
Agar kita jangan lupa pada
hal-hal yang kecil yang dapat membahayakan diri kita.
19. Hati - hati jangan tabarusuk
pandir
Berbicara harus berhati - hati sajangan
mencelakakan diri sendiri atau orang tersinggung
20. Hundang
bapadah ratik
Orang yang suka merendah atau
tidak sombong.
21. Imbah gugur
tatindih tangga
Orang mendapat musibah yang
beruntun.
22. Jangan bacakut
papadaan
Agar jangan terjadi
perselisihan sesama satu suku atau keluarga.
23. Jangan
mahabui mata kawan
Jangan suka menipu penglihatan
teman
24. Jangan mahual muntung kawan
Jangan suka menangkal pembicaraan teman
25. Jangan mangucik kamaluan urang
Senang mencari kesalahan orang,atau yang
dipermalukan orang.
26. Kadada buriniknya sama sakali
Tidak ada lagi khabar
beritanya. Diam seribu basa.
27. Kada bakukus
amun kadada api
Tak ada kejadian kalau tidak
ada penyebabnya.
28. Kada kaya
kaluung
Orang yang angkuh, sombong padahal
tidak sesuai dengan keadaan dirinya
29. Kada kaya
mamamah lumbuk balalu padas
Setelah berbuat tidak langsung
terjadi akibatbya tetapi akan terjadi kemudian.
30. Kada titik
banyu diganggam
Orang yang terlalu kikir,
tidak mau menderma.
31. Kana
gatahnya haja
Hanya terkena buruknya saja. Atau
tidak ikut menerima hasilnya sedangkan hasilnya diambil orang.
32. Kapala
manyuruk buntut mahambat
Orang yang bermuka dua. Orang
yang tidak bisa dipercaya.
33. Karas -
kartas karak imbah dibanyui lamah jua
Orang yang sifatnya keras namun
bila didekati terus - menerus akan lemah juga.
34. Kaya api
dikubui banyu
Orang yang marah – marah
tetapi ada seseorang datang lebih tua, dia akan diam seribu basa.
35. Kaya dijilat naga
Habis tidak bersisa sedikit pun
36. Kaya daun
tarap gugur mamparapas
Pembual, banyak bicara namun
tidak ada kerjanya.
37. Kaya punai
kakanyangan
Orang yang sudah punya duit
atau sudah dikasih sesuatu, akhirnya jadi pemalas.
38. Kaya
mambuang kalimpanan
Begitu diobati langsung sembuh
39. Kaya cacing
panggal
Orang yang tidak bisa diam
selalu bergerak kesana kemari.
membawa diri, luntang lantung.
40. Kaya
manjuhut rambut di galapung
Menyelesaikan persoalan jangan
sampai merugikan salah satu pihak.
41. Kaya
manimbai batu ka banyu
Orang yang diserahi pekerjaan
tetapi orang tersebut tidak betanggung jawab dengan meninggalkan pergi tidak
memberi tahu.
42. Kaya latupan
cabi
Perempuan yang suara bicaranya
cepat dan nyaring.
43. Kaya siput
dipais
Pendiam, tidak mau banyak
bicara kalau takut salah.
44. Kikicak
wadai gayam, mata picak dipatuk hayam
Orang yang tidak melihat situasi
atau keadaan yang sebenarnya.
45. Kilat dalam
banyu gin pinandu
Orang yang dapat mengetahhui
persoalan sebelum dikerjakan.
46. Kukulilik di
luang satu
Pekerjaan orang itu tidak
mendapat kemajuan.
47. Kumpai
handak mangalahakan banua
Orang yang baru datang ingin
mengalahkan penduduk setempat.
48. Kula – kula
buhaya
Di hadapan baik padahal di
belakang berhianat. Bermuka dua.
49. Lambat
mambanam kapas
Pekerjakaan atau masalah
pikirkan baik – baik, sebab sengketa mudah terjadi.
50. Lapas di
muntung harimau kamuntung buhaya
Orang yang bernasib naas,
selalu mengalami kerugian.
51. Lindung
kucing duduk
Orang yang kuat makan, rakus.
Biasanya ketika ada kenduri atau selamatan.
52. Mahadang
buah bungur
Menunggu sesuatu yang tak
tentu.
53. Mahitung
kasau di bubungan
Orang yang lama sakit terbaring,
tidak berdaya kecuali menatap langit – langit rumah.
54. Manapas muha saurang
Memperlihatkan keburukan sendiri
55. Mancaluk
padaringan urang
Mencampuri urusan urang lain
biasanya menyangkut dalam keluarga orang.
56. Mancari
hundayang tadapat suluh
Rejeki yang tak disangka –
sangka .
57. Musang bapadah hayam
Orang jahat berpura - pura baik padahal
mencelakakan
58. Nang manis
jangan lakas di taguk
Ucapan yang manis dari
sesorang jangan selalu dipercaya.
59. Nang pahit
jangan lakas diluak
Walau punj nasihat itu keras dengarkan
dulu, resapi dulu.
60. Nang sakilan
jadi sahasta, sahasta jadi sadapa
Kabar yang sepele saja menjadi
berkepanjangan karena ulah mulut ke mulut.
61. Ngalih
mambuang batu ka palatar
Orang susah bisa diberi
nasihat. Bandel. Selalu berbuat yang tidak baik.
62. Ngalih
marasuk pandir
Menghadapi orang yang susah
diwaba berbicara atau berdiskusi.
63. Nyamanai bapandir muntung kada
bakuring
Enak saja berbicara kalau mulutnya tidak punya
koreng
Masih
banyak lagi “papadah/pepatah
orang bahari” yang ada atau beredar di masyarakat banjar yang masih belum
penulis tuliskan dalam tulisan ini, semoga apa yang penulis tuliskan ini dapat
bermamfaat buat kita semua. Sebelum
penulis menutup tulisan ini izinkan penulis untuk sedikit berpantun :
Ukur panjang mamakai dapa,Dipakai urang matan bahari,
Jangan ading mamandang rupa,
Rupa bisa haja mambunguli…
Tulak ka kampung matan kota,
Handak baburu burung balibis,
Jangan jua mamandang harta,
Harta di dunia bisa habis…
Pisang manurun diulah kolak,
Pisang dihiris dibalah balah,
Amun ading mamandang akhlak,
Insya Allah pasti babarkah…
Buah durian masak di puhun,
Lamun masak gugur ka tanah,
Sakian dahulu pantun ulun,
Muhun maaf amun tasalah…
Penulis : FAZAR, S.ST