Selasa, 16 Oktober 2018

papadah orang bahari




Orang banjar/masyarakat banjar banyak akan mempunyai peribahasa. Peribahasa yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat Banjar ini adalah warisan turun temurun dari zaman nenek moyang dahulu , dengan kata lain “ papadah/pepatah orang bahari”merupakan harta karun yg bernilai tinggi karena banyak sekali terkandung makna di dalam “papadah/pepatah orang bahari” tersebut. dengan demikian  sudah semestinya kita jaga agar warisan tersebut senantiasa hidup dan berkembang didalam masyarakat khususnya masyarakat banjar.
Seiring dengan berkembangnya zaman atau yang biasa kita sebut dengan zaman NOW keberadaan papadah/pepatah orang bahari semakin menghilang. Sebab orang – orang Banjar sendiri telah melupakan “papadah/pepatah orang bahari” tersebut. Masyarakat Banjar sudah jarang selaki menggunakan atau bahkan meninggalkan khasanah Peribahasa Banjar dalam kehidupan sehari – hari.
Sungguh sangat memprihatinkan keberadaan “papadah/pepatah orang bahari “ saat ini ,  para generasi muda Banjar banyak tidak mengenal lagi Peribahasa Banjar. Ini disebabkan Peribahasa Banjar tidak pernah lagi diperkenalkan pada mereka baik di sekolah maupun dalam dalam komunikasi keluarga. kalaupun ada yang mengetahui atau mengenal dan menggunakan serta memahami maksud dari padadah/ pepatah tersebut pastilah sangat sedikit sekali.
Penulis terinspirasi apa yang disampaikan Bapak H. Khairul Fahmi pada saat apel harian di depan kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, ada beberapa “papadah/pepatah orang bahari “ yang beliau sampaikan, antara lain “ jangan mangucau piring orang lain”, “guyang tungkat takana dahi” dua pepatah tersebut mengadung arti dengan makna yang luas baik dalam kehidupan sehari-hari maupun didalam hubungan bekerja, “jangan mangucau piring orang lain” dapat diartikan bahwa kita jangan sesekali mencoba untuk mencampuri pekerjaan orang lain, karena belum tentu kita tau apa pekerjaan yang orang lakukan tersebut, “guyang tugkat takana dahi” artinya menyalahkan orang lain akan tetapi terkena atau kembali kepada dirinya sendiri (bomerang). sungguh indah kata-kata pepatah orang bahari tersebut.
Berikut penulis mencoba mengumpulkan dan menghimpun data “papadah/pepatah orang bahari” dari berbagai atau beberapa sumber, baik dari media masa, internet, dan juga dalam komunikasi sehari-hari yang penulis rangkum menjadi satu . semoga dapat bermamfaat, harapan kita semoga kata- kata bijak atau “papadah/pepatah orang bahari”  ini dapat menginspirasi kita semua untuk kembali menggunakan warisan nenek moyang kita ini yang tidak lain tujuannya adalah untuk mengantisipasi pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan Moral, Tingkah laku , Budi pekerti, Adat istiadat serta etika masuk dan berkembang di banua kita Banjar.

1.      Akal diakali wan pikir dipikirakan
Niscaya segala persoalan akan terpecahkan bila menggunakan akal pikiran.
2.      Apik – apik kalu tabarusuk
Berjalan harus hati – hati supaya jangan tersesat atau salah langkah.
3.      Asal Mambawa nang Bujur atawa banar musti salamat diri
Biar kita bertada dimana saja , apakah di negeri orang , bawa sifat jujur dan baik pasti kita akan selamat.
4.      Awak randah sangkutan tinggi
Harus diukur kemampuan kita sendiri sebelum bertindak.
5.      Badiri tahantuk baduduk tahantak
 Serba salah, sulit mengambil keputusan karena kedua - duanya punya resiko.
6.      Banyak Muntung kena Bagawi Kada Manuntung
Jangan banyak berbicara semua pekerjaan akan terbengkalai.
7.      Biar Ganting Tanapi Jangan Pagat
Seseuai keperluan, berhemat agar jangan kehabisan.
8.      Bisa – Bisa Maandak Awak
Harus pandai – pandai membawa diri bila berada di negeri orang.
9.      Cubik Ramuk Bulanai Pacah
Orang yang selalu beruntun mendapat musibah
10.    Dalas Jadi Harang Jadi Habu Manyarah makaam Kada
Pantang menyerah walau pun akhirnya kalah
11.    Diandak ka bahu Handak ka Kapala
Orang yang tak tahu diri. Sudah diberi kedudukan yang baik mau lebih tinggi lagi.
12.    Dibari daging handaktulang
Diberi perjaan yang mudah pengen yang lebih berat.
13.    Ditinggal Manawak,dibawa malinggang
Orang yang selalu mengganggu ketentraman orang lain.
14.    Dimamah dahulu hanyar ditaguk
Jangan percaya pada orang yang menjanjikan sesuatu, tapi diteliti dahulu buruk baiknya..
15.    Guyang tungkat takana dahi
Menyalahkan orang lain justru mengenai dirirnya sendiri ( bumerang ).
16.    Hadupan manyalak kada maigut
Orang yang hanya pintar menggertak atau mengancam tapi tak terbukti.
17.    Halus-halus lumbuk parawit
Walau pun orang itu kecil tapi luar biasa kuatnya.
18.    Hanyar tasusur pinggir tapih
Agar kita jangan lupa pada hal-hal yang kecil yang dapat membahayakan diri kita.
19.    Hati - hati jangan tabarusuk pandir
Berbicara harus berhati - hati sajangan mencelakakan diri sendiri atau orang tersinggung
20.    Hundang bapadah ratik
Orang yang suka merendah atau tidak sombong.
21.    Imbah gugur tatindih tangga
Orang mendapat musibah yang beruntun.
22.    Jangan bacakut papadaan
Agar jangan terjadi perselisihan sesama satu suku atau keluarga.
23.    Jangan mahabui mata kawan
Jangan suka menipu penglihatan teman
24.    Jangan mahual muntung kawan
Jangan suka menangkal pembicaraan teman
25.    Jangan mangucik kamaluan urang
Senang mencari kesalahan orang,atau yang dipermalukan orang.
26.    Kadada buriniknya sama sakali
Tidak ada lagi khabar beritanya. Diam seribu basa.
27.    Kada bakukus amun kadada api
Tak ada kejadian kalau tidak ada penyebabnya.
28.    Kada kaya kaluung
Orang yang angkuh, sombong padahal tidak sesuai dengan keadaan dirinya
29.    Kada kaya mamamah lumbuk balalu padas
Setelah berbuat tidak langsung terjadi akibatbya tetapi akan terjadi kemudian.
30.    Kada titik banyu diganggam
Orang yang terlalu kikir, tidak mau menderma.
31.    Kana gatahnya haja
Hanya terkena buruknya saja. Atau tidak ikut menerima hasilnya sedangkan hasilnya diambil orang.
32.    Kapala manyuruk buntut mahambat
Orang yang bermuka dua. Orang yang tidak bisa dipercaya.
33.    Karas - kartas karak imbah dibanyui lamah jua
Orang yang sifatnya keras namun bila didekati terus - menerus akan lemah juga.
34.    Kaya api dikubui banyu
Orang yang marah – marah tetapi ada seseorang datang lebih tua, dia akan diam seribu basa.
35.    Kaya dijilat naga
Habis tidak bersisa sedikit pun
36.    Kaya daun tarap gugur mamparapas
Pembual, banyak bicara namun tidak ada kerjanya.
37.    Kaya punai kakanyangan
Orang yang sudah punya duit atau sudah dikasih sesuatu, akhirnya jadi pemalas.
38.    Kaya mambuang kalimpanan
Begitu diobati langsung sembuh
39.    Kaya cacing panggal
Orang yang tidak bisa diam selalu bergerak kesana kemari.
membawa diri, luntang lantung.
40.    Kaya manjuhut rambut di galapung
Menyelesaikan persoalan jangan sampai merugikan salah satu pihak.
41.    Kaya manimbai batu ka banyu
Orang yang diserahi pekerjaan tetapi orang tersebut tidak betanggung jawab dengan meninggalkan pergi tidak memberi tahu.
42.    Kaya latupan cabi
Perempuan yang suara bicaranya cepat dan nyaring.
43.    Kaya siput dipais
Pendiam, tidak mau banyak bicara kalau takut salah.
44.    Kikicak wadai gayam, mata picak dipatuk hayam
Orang yang tidak melihat situasi atau keadaan yang sebenarnya.
45.    Kilat dalam banyu gin pinandu
Orang yang dapat mengetahhui persoalan sebelum dikerjakan.
46.    Kukulilik di luang satu
Pekerjaan orang itu tidak mendapat kemajuan.
47.    Kumpai handak mangalahakan banua
Orang yang baru datang ingin mengalahkan penduduk setempat.
48.    Kula – kula buhaya
Di hadapan baik padahal di belakang berhianat. Bermuka dua.
49.    Lambat mambanam kapas
Pekerjakaan atau masalah pikirkan baik – baik, sebab sengketa mudah terjadi.
50.    Lapas di muntung harimau kamuntung buhaya
Orang yang bernasib naas, selalu mengalami kerugian.
51.    Lindung kucing duduk
Orang yang kuat makan, rakus. Biasanya ketika ada kenduri atau selamatan.
52.    Mahadang buah bungur
Menunggu sesuatu yang tak tentu.
53.    Mahitung kasau di bubungan
Orang yang lama sakit terbaring, tidak berdaya kecuali menatap langit – langit rumah.
54.    Manapas muha saurang
Memperlihatkan keburukan sendiri
55.    Mancaluk padaringan urang
Mencampuri urusan urang lain biasanya menyangkut dalam keluarga orang.
56.    Mancari hundayang tadapat suluh
Rejeki yang tak disangka – sangka .
57.    Musang bapadah hayam
Orang jahat berpura - pura baik padahal mencelakakan
58.    Nang manis jangan lakas di taguk
Ucapan yang manis dari sesorang jangan selalu dipercaya.
59.    Nang pahit jangan lakas diluak
Walau punj nasihat itu keras dengarkan dulu, resapi dulu.
60.    Nang sakilan jadi sahasta, sahasta jadi sadapa
Kabar yang sepele saja menjadi berkepanjangan karena ulah mulut ke mulut.
61.    Ngalih mambuang batu ka palatar
Orang susah bisa diberi nasihat. Bandel. Selalu berbuat yang tidak baik.
62.    Ngalih marasuk pandir
Menghadapi orang yang susah diwaba berbicara atau berdiskusi.
63.    Nyamanai bapandir muntung kada bakuring
Enak saja berbicara kalau mulutnya tidak punya koreng

Masih banyak lagi “papadah/pepatah orang bahari” yang ada atau beredar di masyarakat banjar yang masih belum penulis tuliskan dalam tulisan ini, semoga apa yang penulis tuliskan ini dapat bermamfaat buat kita semua.  Sebelum penulis menutup tulisan ini izinkan penulis untuk sedikit berpantun :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiPqefVTDYdDpselp5_PsudFg6XqtXBBTJd6WLeHVuPaG5-WDXY5nUXHrdZUeDUh0N8dRF6DgnRza1mD7YG9NyHLfeQBZ0h4B8YNv2lBbziTT-qHwe4k2P7JAH3N_HXqGwFFToEUIQ0Ca9/s320/rumah+banjar.jpgUkur panjang mamakai dapa,
Dipakai urang matan bahari,
Jangan ading mamandang rupa,
Rupa bisa haja mambunguli…

Tulak ka kampung matan kota,
Handak baburu burung balibis,

Jangan jua mamandang harta,
Harta di dunia bisa habis…

Pisang manurun diulah kolak,
Pisang dihiris dibalah balah,
Amun ading mamandang akhlak,
Insya Allah pasti babarkah…

Buah durian masak di puhun,
Lamun masak gugur ka tanah,
Sakian dahulu pantun ulun,
Muhun maaf amun tasalah…


Penulis : FAZAR, S.ST

Tidak ada komentar:

Posting Komentar